Apa makna Net Interest Income? dan Cara Mudah Menghitungnya? (2/2)

Cara Menghitung Net Interest Income

Pendapatan bunga ini didapat dari pembayaran bunga yang diterima oleh pihak pinjaman yang belum lunas. Rumus yang bisa digunakan dalam menghitung net interest income adalah sebagai berikut:

Pendapatan Bunga = Suku Bunga Efektif x Aset Keuangan

Dalam hal ini, beban bunga adalah harga yang dibebankan pada kreditur atau pemberi pinjaman pada pihak debitur atau pihak peminjam dalam kegiatan transaksi pembiayaan. Secara khusus, beban bunga adalah bunga yang terakumulasi pada kewajiban yang belum dibayar. Nah, rumus perhitungan beban bunga adalah sebagai berikut:

Beban Bunga = Suku Bunga Efektif x Kewajiban Finansial

Disisi lain, pendapatan bunga bersih atau net interest income adalah selisih dari pendapatan bunga dengan bunga yang akan dibayar, sehingga rumus untuk menghitungnya adalah sebagai berikut:

Pendapatan Bunga Bersih = Bunga Diterima – Bunga dibayar

Contoh pendapatan bunga bersih

Lantas, bagaimana pihak bank bisa mendapatkan pendapatan bunga bersihnya? Sederhana, bila suatu bank mempunyai portofolio pinjaman sebanyak 1 milyar rupiah yang menghasilkan bunga rata-rata sebesar 5%, maka pendapatan bunga dari bank tersebut adalah sebanyak 50 juta rupiah.

Sedangkan untuk dari sisi kewajiban, jika bank mempunyai simpanan nasabah yang belum dibayar sebanyak 1,2 miliar rupiah dengan suku bunga sebesar 2%, maka beban bunga yang harus dibayar oleh bank adalah sebanyak 24 juta rupiah.

Sehingga, bank akan mendapatkan pendapatan bunga bersih sebanyak 26 juta rupiah yang diperoleh dari pendapatan bunga sebesar 50 juta rupiah dengan beban bunga sebanyak 24 juta rupiah.

Selain itu, suatu bank juga bisa saja mendapatkan bunga yang lebih banyak dari asetnya dibandingkan dengan kewajiban bunga yang harus dibayar pada pihak demikian. Walaupun demikian, hal tersebut tidak serta merta menguntungkan pihak bank.

Sama seperti bisnis pada umumnya, bank juga mempunyai biaya operasional, seperti upah karyawan dan manajemen, sewa, utilitas, dan lain-lain. Jika pendapatan bunga bersih dikurangi dengan berbagai biaya tersebut, maka nilainya bisa saja menjadi negatif.

Tapi, pendapatan bank tentunya tidak berasal pendapatan bunga bersih saja, ada juga berbagai sumber lainnya, seperti investasi, biaya jasa ataupun layanan perbankan seperti administrasi, transfer, dan lain sebagainya.

Untuk itu, dalam melakukan evaluasi profitabilitas bank, setiap investor dan analis penting sekali untuk melakukan pertimbangan sumber pendapatan serta pengeluarannya.

setiap bank memberikan penawaran yang dapat dimanfaatkan untuk perputaran usaha, bank biasanya akan meminta Laporan Keuangan dari pemilik usaha, kami Konsultan CBMC merupakan Konsultan Independent yang dapat menangani untuk pembuatan Laporan Keuangan Bisnis Anda, untuk penanganan lanjutan konsultasikan segera bersama kami disini

Previous Post
Apa makna Net Interest Income? dan Cara Mudah Menghitungnya? (1/2)
Next Post
Dead Stock artinya apa? Bagaimana Cara Mengatasinya? (1/2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed